Rangkuman Percakapan antara Syaikh Shafiq Balk dan Hatim Ism (2/2)
Pelajaran 4: Takwa adalah sebenarnya kemuliaan.
SHI: Ya guruku, keempat: aku memperhatikan banyak orang-orang di dunia yang melihat bahwa beberapa dari mereka berpikir bahwa keagungan dan kehormatan milik bangsa atau suku (kelompok) yang besar dan kuat, karena itulah mereka membanggaan suku bangsa atau kelompok masing-masing. Beberapa dari mereka berpikir bahwa keagungan serta kemuliaan diperoleh melalui kelimpahan kekayaan, harta, keluarga dan kerabat karena itulah sebagian orang mengekspresikan kebanggaan mereka dalam kekayaan mereka dan anak-anak mereka.
Dalam QS : Alhujaraat (49): 13 Allah berfirman:
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki2 dan perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui dan Maha teliti.”
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa semua pikiran tentang kemuliaan dan kebanggan tsb adalah salah. Karena itu saya berusaha manjadi orang yang bertaqwa sehingga saya bisa dihitung sebagai seorang dengan peringkat tertinggi di sisi Allah Ta’ala. “
Pelajaran 5: Pembagian harta/rezeki.
SSB; “Hai Hatim! Semoga Allah senang dengan kamu. Kamu telah mengatakan hal yang sangat baik. Sekarang menceritakan pelajaran kelima!!!
SHI: Wahai guruku, Kelima aku melihat banyak orang-orang yang mengeluh tentang satu sama lain. Hal ini iri hati, kecemburuan, dan permusuhan dan penyebab utamanya yaitu keinginan dan persaingan untuk kebesaran, keagungan, harta, kekayaan, dan pengetahuan. Aku merenungkan tentang ayat berikut dari Al-Quran: QS (Az zukhruf) 43:32:
“Apakah mereka yang membagi-bagikan rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka di dunia dan Kami telah meninggikan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian dari mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”
Dari ayat terebut aku berpikir bahwa Allah telah menetapkan bagi kita harta benda dan peringkat sejak awal pertama penciptaan. Tiada seorangpun yang memiliki kontrol dalam hal ini. Oleh karena itu, aku tidak akan bersaing atau memiliki kecemburuan dengan siapapun dalam masalah harta .
Pelajaran 6: Syetan musuh kita.
SSB: “Hai Hatim! Kamu mengatakan kebenaran dan kau melakukan hal yang benar. Sekarang menceritakan pelajaran yang keenam!!. “”
SHI: Wahai guruku! Pelajaran keenam adalah bahwa ketika aku memperhatikan orang, aku melihat bahwa setiap orang memiliki permusuhan dengan orang lain untuk beberapa alasan. Lalu aku perhatikan ayat berikut ini:
QS (Faatir) 35:6:
“Sungguh setan itu musih bagimu maka perlakukan dia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hany mengajak golongan2nya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”.
Karenanya, aku seharusnya tidak ada permusuhan dengan orang lain selain setan (Setan). Sejak itu, saya anggap setan sebagai musuh saya dan tidak mematuhi semua perintahnya. Sebaliknya, saya patuh dan mengikuti perintah-perintah Allah Ta’ala melalui cara yang benar yakni Sirat al-Mustaqiem (jalan yang lurus pedoman yang tidak ada kebengkokan)
Pelajaran 7: Rezeki yang halal.
SSB: “Hai Hatim! Kau melakukan hal yang sangat baik dan mengatakan hal yang sangat baik. Sekarang menceritakan pelajaran ketujuh. “
SHI: “Wahai guru ku! Pelajaran ketujuh adalah bahwa saya kebanyakan orang sibuk dengan mata pencaharian dan mencari rezeki dan terlibat dalam upaya yang sangat intens. Namun dalam hal ini, dia bahkan tidak membedakan antara Halal dan Haram tetapi sebaliknya, semakin lebih banyak mencari penghasilan yang diragukan dan Haram.
QS: Huud 11:6:
“Dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan semuaqnya dijamin Allah rezekinya, Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya, Semua tertulis dalam Lauh Mahfuz”
Karenanya saya yakin bahwa Allah akan membawa kepada aku rezekiku karena Dia telah berjanji untuk memberikan ku dengan rezeki Nya.
Pelajaran 8: Allah tempat bergantung.
SSB: Engkau telah melakukan hal yang sangat baik dan mengatakan hal yang sangat baik. Sekarang menceritakan manfaat kedelapan..!!!
SHI: Wahai guruku! Pelajaran kedelapan adalah bahwa ketika aku melihat kebanyakan orang memiliki ketergantungan atau kepercayaan kepada diri seseorang atau sesuatu hal. Beberapa orang percaya dan mengandalkan kepada mereka harta, beberapa yang lainnya mengandalkan pada orang lain. Aku pun merenungkan bbrp ayat berikut:
QS: (At Talaaq) 65:3: “Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnua Allah melaksanakan urusanNya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”
QS: (Al Imraan) 3:173: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia adalah sebaik-baiknya pelindung”
Oleh karena itu, saya hanya bergantung kepada Allah dalam segala hal.
SSB: Hai Hatim! Semoga Allah memberi engkau Taufiq Nya. Engkau telah mengatakan kepadaku hal yang sangat baik. Aku telah melihat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan dalam kitab suci pembeda antara benar dan salah (yaitu Al-Qur’an), bahwa semua buku Allah menyebutkan delapan ini hal/pelajaran ini. Siapa pun yang bertindak atas delapan prinsip tsb seperti seolah-olah dia telah bertindak pada semua empat kitab suci.
==*==
Rangkuman Percakapan antara Syaikh Shafiq Balk dan Hatim Ism (1/2)
Rangkuman Percakapan antara Syaikh Shafiq Balk dan Hatim Ism
Berikut saya rangkum dan coba terjemahkan sebuah percakapan antara Syaikh Shafiq Balk dan Syaikh Hatim Ism. Percakapan ini disarikan dari buku “My Dear Beloved Son or Daughter” oleh Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali, Buku tersebut disarikan dari buku Imam Ghazali
Suatu hari Syaikh Shafiq Balk (SSB) berkata kepada Syaikh Hatim Ism (SHI):
Hi Hatim, Sudah berapa lama kamu mengikuti dan belajar mengenai agama kepada saya?
Syaikh Hatim menjawab: 30 tahun..!
SSB : Dalam waktu yang sangat lama tersebut, sudah apa saja yang dapat kamu perlajari dari aku?
SHI: Saya mendapatkan 8 pelajaran dari engkau…..
SSB: Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun….Saya telah menghabiskan umur saya untuk mengajar serta melatih kamu, namun kamu hanya mendapatkan 8 pelajaran dari saya?
SHI: Hi guruku, Itulah yang sebenarnya….Saya rasa saya tidak perlu hal lain selain 8 hal tersebut. Saya yakin dengan cukup 8 hal tersebut saya akan sukses dunia akhirat.
SSB: Ok, kalau begitu coba utarakan apa saja 8 hal/pelajaran tersebut?????
Pelajaran 1: Cinta Dunia.
SHI: Wahai guruku, aku lihat semua orang di dunia ini mempunyai hal2 duniawi yg dicintai. Tapi yang dicintai tersebut sebagian hanya bersama mereka hingga mereka sakit dan meninggal, dan sebagian lagi hanya mengantarkan mereka ke liang lahat dan setelah itu meninggalkan mereka. Tidak ada dari hal2 yg dicintai tersebut bisa mereka bawa kedalam kubur untuk bisa menemani mereka didalam sempitm dingin serta gelapnya kubur. Aku merenungkan hal ini dan berkata kpd diri saya sendiri bahwa sesuatu yang layak kita cintai adalah sesuatu yg bisa kita bawa ke dalam kubur, menemani, menerangi didalamm kubur kita serta yang dapat menjadi partner kita di hari perhitungan serta di akhirat. Satu2nya yang dapat melakukan ini adalah hanya amal ibadah kita. Saya jadikan amal ibadahku sebagai hal yang sangat aku cintai, Insya Allah amal ibadahku selama di dunia ini akan menerangi kuburku, serta menjadi teman di akhirat nanti.
SSB: Bagus wahai Hatim, kamu sudah mengutarakan hal yang sangat bagus, sekarang sebutkan pelajaran yang kedua.!!!!
Pelajaran 2: Mengontrol hawa nafsu.
SHI: Pelajaran penting kedua yang aku dapat adalah bahwa kebanyakan orang mengikuti kesenangan serta keinginan hanya karena nafsu mereka. Mereka tunduk kepada nafsu mereka. Dari QS 79 (An Nazi’at):40-41:
“ Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Allah dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya”. “Maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya”.
Aku percaya jika AlQuran adalah kebenaran maka aku berusaha menahan hawa nafsuku. Aku kendalikan nafsu saya sehingga saya tidak ikut dengan keinginan hawa nafsu sampai saya menemukan kedamaian [dan kepuasan] dalam menyembah Allah SWT
SSB: Semoga Allah Ta’ala, memberikan berkat-Nya dalam perbuatan baik kamu Hatim. Sekarang menceritakan pelajaran ketiga.
Pelajaran 3: Harta adalah fana.
SHI: Manfaat atau pelajaran ketiga yang aku dapat adalah aku melihat kebanyakan orang-orang dengan susah payah, sibuk mengumpulkan harta (uang, kekayaan, barang) dari dunia fana dan sangat senang bahwa dia telah banyak barang dan harta.
Tapi ketika saya perhatikan ayat berikut:
QS: 16 (An Nahl):96
“ Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberikan balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”
Sehingga aku berkesimpulan bahwa semua harta yang aku kumpulkan di dunia ini akan lenyap kecuali jika aku habiskan mereka di jalan Allah. Maka aku sedekahkan semua hartaku sebagai simpanan bagiku untuk kehidupan akhirat.
SSB: “Hai Hatim! Kamu mengatakan hal yang sangat baik dan telah melakukan hal yang sangat baik. Sekarang menceritakan manfaat keempat!!!. “
Sumber English version: http://www.jannah.org/morearticles/8.html
bersambung…..

