Tio

Just wanna share my experience

Kuliah di Belgia yuuk..!


Saya ingin berbagi info bahwa di beberapa universitas di Belgia (U ghent dan U hasselt yg saya tahu) telah menerapkan peraturan baru utk biaya kuliah Program Master.
Bagi student yang berasal dari negara2 berkembang spt indonesia, hanya diwajibkan untuk membayar uang kuliah sebesar 80 euro pertahun untuk program Master.

Di universitas Hasselt, terdapat 3 major international master program:

1. Master of Management

2. Master of Statistics

-Applied Statistics

-Biostatistics

-Bioinformatics

3. Master in Transportation Sciences

Namun hanya Master of Statistics saja dimana berlaku pengurangan tuition fee untuk student dari negara2 berkembang (80 euro/th).

Untuk universitas Gent, pilihan program lebih banyak dan penjelasan tentang tuition fee dapat dilihat di:

http://www.ugent.be/en/teaching/studentadmin/tuition/2008-2009.htm

Untuk daftar master program bisa dilihat di http://www.ugent.be/en

Proses aplikasi utk mendapatkan keringanan biaya tsb mudah saja. Pertama2 kita aplikasi dahulu untuk diterima di program study yg diinginkan dan kemudian setelah diterima ajukan permohonan ke pihak universitas untuk pengurangan biayanya. Untuk di uHasselt, jika kita dari negara2 berkembang akan otomatis diberi keringanan.

KULeuven menawarkan Science@Leuven Scholarship untuk beberapa program master tertentu. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di: http://wet.kuleuven.be/english/scienceatleuvenscholarship

Info lain ttg pendidikan di belgia:

Biaya pendidikan di belgia paling murah dibandingkan negara2 di sekitarnya spt belanda dimana untuk program master berkisar 5000 hingga diatas 10.000 euro pertahun. Di belgia, selain biaya murah ( dari mulai 560 euro/thn hingga sekitar 5000euro/ thn, namun rata2 biaya perkuliahan sekitar 1500euro/th), tuition fee utk hampir semua program studi tidak dibedakan bagi student dari luar maupun dari negara2 EU (European Union) .

Terlebih lagi biaya hidup bisa dibilang lebih murah dari negara tetangga belanda.

Berikut rincian living cost di belgia:

  • Student room 250 -400 euro utk di brussels, dan diluar brussels : 150-250 euro/bln.

Utk akomodasi diatas hanya utk 1 org student. Bagi yg ingin membawa keluarga tidak diperbolehkan menggunakan student room dan diharuskan menyewa appartement/studio. Untuk sewa apartement (bukan student room) berkisar 350-550 utk 1 sleeping room, blm termasuk biaya lain2. Utk biaya listrik, gas, internet, air, asuransi apartemen minimum 200 euro.

  • Makan (masak sendiri) : 250-350 euro.
  • Transportasi: Biasanya para student menggunakan sepeda sebagai moda transportasi , namun in case harus pergi dengan bis  juga bisa dibilang murah di belgia, abodement utk bis sekitar 25/bln, di beberapa kota spt leuven tuition fee sudah termasuk biaya transportasi dalam kota bagi student, khusus kota hasselt semua public transportation gratis.
  • Buku2: 250-400 euro/thn, biasanya buku2 (text book) sudah tersedia di perpustakaan, tinggal course note saja yang harus beli (tips: bisa cari “fosil2” angkatan2 sebelumnya).
  • Asuransi kesehatan sekitar 40 euro/ th utk student (sangat murah dibanding kan belanda yg berkisar 50-100 euro/bln).

Keterangan lebih lanjut living cost di hasselt:

http://www.uhasselt.be/english/algemeen/student/costs.asp.

Untuk beasiswa ke belgia sebenarnya banyak peluang meski tidak sebanyak di belanda dimana stuned memberi beasiswa kpd 200 org student indonesia. Berikut beberapa program beasiswa yang diberikan untuk studi di Belgia:

1. Vliruos Scholarship: Beasiswa yang diberikan oleh konsorsium dari 6 universitas di Flemish Region (Region berbahasa belanda). Beasiswa diberikan untuk Training program (ITP) dan Master program (ICP). Karena memang difokuskan untuk student yang berasal dari negara2 afrika, setiap tahun hanya sekitar 5-10 student dari indonesia memperoleh beasiswa ini. Info lebih lanjut bisa dilihat di: http://www.scholarships.vliruos.be/

2. Erasmus mundus sholarship: Jumlah student dari Indonesia yang mendapatkan beasiswa ini lebih banyak dari vlir dan tiap tahun jumlahnya meningkat. Info lebih lanjut:

http://hafidztio.multiply.com/journal/item/68/tips_Erasmus_Mundus_scholarship

atau: https://setiopramono.wordpress.com/2008/12/19/tips-erasmus-mundus-scholarship/

3. CUD scholarship program. Program beasiswa yang diberikan oleh konsorsium universitas2 di daerah walloni (region berbahasa perancis). Belum terlalu banyak student dari Indonesia yang mendapatkan beasiswa ini. Info : http://www.cud.be/content/view/339/208/lang,/

4.  Beasiswa dari universitas. Ada beberapa universitas yang menyediakan beasiswa bagi student baik dari eropa maupun luar eropa. namun jumlah penerimanya sedikit. Untuk mengetahui beasiswa ini, hubungin professor dimana anda ingin melanjutkan studi dan mintalah saran dan info tentang kemungkinan untuk memperoleh beasiswa baik dari universitas maupun dari luar universitas.

Berikut ada tambahan informasi ttg beasiswa dari Agung di U Gent:

Univ Ghent juga menyediakan beasiswa untk master tahun kedua. Syarat nya kurang lebih : nilai mata kuliah pada tahun pertama, dan korelasi bidang pekerjaan kita dengan kuliah yg diambil. Beasiswa ini biasanya diikuti oleh mhs2 yg pada tahun pertama berkuliah di Ghent dengan biaya sendiri dan istri/suami mereka telah terlebih dahulu mendapat beasiswa dari VLIR utk berkuliah di Ghent. Besar beasiswa kurang lebih 800 euro. Jatah pertahun adalah 10 orang, dan tahun kemarin kira2 yg mendaftar sebanyak 100 orang.

link: http://www.ugent. be/en/research/ devcooperation/ Mastercall2009. pdf

Untuk lebih jelasnya tetang sistem pendidikan di belgia dapat dilihat di: http://en.wikipedia.org/wiki/Education_in_Belgium

Berikut daftar universitas2 di Belgia:

· Catholic University of Louvain

· Katholieke Universiteit Leuven

· University of Hasselt

· Université Libre de Bruxelles

· University of Antwerp

· University of Ghent

· University of Liège

· University of Namur

· Vrije Universiteit Brussel

Untuk mencari part time job disini tidak terlalu mudah, tapi banyak kerja sampingan bagi student, spt bekerja di pabrik, restorant, perkebunan (http://hafidztio.multiply.com/journal/item/51/51) dll. Namun banyak kendala dikarenakan faktor bahasa, mengingat Belgia memiliki 3 bahasa nasional (Netherlands, French, and German). Dan sedikit berbeda dengan di Australia dan UK, untuk istri/suami dari student yang ikut menemani kesini, tidak diperbolehkan untuk bekerja (secara legal..).

Booklet lengkap mengenai pendidikan di Belgia bisa didapatkan di sini: Kuliah di Belgia.

Selamat berjuang..!!

Tio

Advertisements

December 19, 2008 Posted by | Uncategorized | | 70 Comments

Tips Erasmus Mundus Scholarship


Berikut beberapa penjelasan dari Fahmi temen saya ttg Erasmus Mundus scholarship,

Saya dapat info dr kedutaan belgia bahwa “jatah” indonesia utk VLIR berkurang, namun utk Erasmus Mundus, bertambah…

so silahkan daftar..

Bagi masyarakat yang tinggal di kota besar di Indonesia, mungkin nama
Erasmus Mundus scholarship bukanlah lagi sebuah nama asing. Selama
setahun kemarin, perwakilan European Union untuk Asia Tenggara,
khususnya Indonesia telah aktif menyebarkan informasi tentang beasiswa
Erasmus Mundus melalui koran maupun seminar-seminar sekolah di luar negeri.

Mungkin proses yang tidak ‘umum’ dan investasi awal yang ‘cukup’ besar
untuk melamar beasiswa ini lah yang menjadi kendala kenapa sampai saat
ini peminat dari Indonesia belum menunjukan peningkatan jumlah yang
signifikan. Padahal kalo dilihat dari Jumlah quota yang disediakan
khusus untuk mahasiswa dari Asia tenggara, khususnya indonesia, kita
masih sangat ketinggalan jauh dibanding India dan Cina yang mampu
mengirimkan hampir 100 orang pertahunnya.

Ada beberapa hal yang saya amati menjadi kendala bagi mahasiswa
Indonesia khususnya :
1. Beasiswa Erasmus Mundus bukan merupakan beasiswa terpusat, artinya
proses aplikasi tidak diurus oleh lembaga khusus seperti ADS atau STUNED
yang memiliki perwakilan di Jakarta.

2. Proses aplikasi harus langsung ke Konsorsium Universitas di Eropa
dimana beasiswa Erasmus Mundus ditawarkan.

3. Syarat dari proses apliaksi ke Universitas yang kadang cukup rumit
dan memakan energi.

4. Investasi di awal berupa pengiriman dokumen yang cukup mahal (dengan
DHL ato DHL)

Namun, kalo kita lihat keuntunganan dan kita coba kalkulasi kesempatan
dari beasiswa ini, maka saya yakin anda akan sangat terkejut dan merasa
bahwa kendala di atas tidaklah berarti.

1. TIDAK ada proses wawancara, artinya screening seluruhnya dilakukan
lewat dokumen yang anda kirimkan ke konsorsium Universitas dimana
Program Master Erasmus Mundus ini ditawarkan.

2. TIDAK diperlukan aplikasi double ke pemberi beasiswa (dalam hal ini
European Union) karena saat anda mengisi formulir aplikasi untuk
pendaftaran ke Universitas, anda tinggal mencontreng pilihan, ‘apakah
anda juga akan apply beasiswa erasmus mundus untuk program ini?’

3. Jika anda diterima di Universitas tersebut, maka KESEMPATAN anda
untuk mendapatkan beasiswa erasmus mundus untuk program tersebut,
sangatlah BESAR! Tinggal bersabar menunggu informasi dari koordinator
program Erasmus Mundus tempat anda mendaftar, karena universitas yang
akan mengajukan nama anda ke European Union untuk mendapatkan beasiswa,
jika European Union setuju, maka anda sudah dipastikan anda mendapat
beasiswa tersebut.

4. Ada quota untuk orang Indonesia sebagai bentuk pemerataan beasiswa
Erasmus Mundus, sepengatahuan penulis, untuk 1 program Erasmus Mundus,
minimal 1 orang Indonesia bisa diterima, untuk kasus tertentu ketika
kualifikasi si pelamar memuaskan, maka dari Indonesia sendiri bisa
langsung 2 orang atau lebih diterima untuk program yang sama.

5. Kesempatan untuk beajar di lebih dari 1 universitas dan lebih dari 1
negara eropa selama masa perkuliahan. Penerima beasiswa erasmus mundus
diwajibkan untuk mengambil beberapa mata kuliah tertentu atau tinggal
minimal 1 semester di universitas lain yang masuk dalam konsorsium
program erasmus mundus tersebut. Umumnya universitas ini berlokasi di
negara lain di Eropa. Artinya anda berkesempatan jalan-jalan sekaligus
menikmati kehidupan di berbagai negara eropa yang berbeda-beda
tergantung dari lokasi partner university.

Karena proses aplikasi lebih kearah paper based maka anda harus
mempersiapkan sebaik mungkin beberapa hal sebagai berikut :

– Form aplikasi diisi dengan selengkap-lengkapny a dan sebaik-baiknya
– Buatlah Motivation Letter atau Statement of Purpose
– Gunakan CV standard europa (bisa diperoleh di
http://europass. cedefop.europa. eu/europass/ preview.action? locale_id= 1)
– Lampirkan seluruh dokumen pendukung dengan lengkap.

Anda tidak harus memiliki International TOEFL atau IELTS pada saat
mendaftar, bisa disiasati pengiriman International TOEFL atau IELTS
dilakukan setelah anda diterima di Universitas dengan kondisi khusus
(conditional acceptance). INGAT : Anda diterima di universitas, maka
kesempatan anda dapat beasiswa Erasmus Mundus sangatlah besar.

Beberapa temen-teman mensiasti dengan mengambil test Intl. TOEFL atau
IELTS setelah ada kepastian dari koordinator kalo mereka dapat beasiswa
Erasmus Mundus. Namun sebisa mungkin lengkapi dokumen ini pada saat awal
anda mengirimkan aplikasi.

Proses aplikasi untuk Beasiswa Erasmus Mundus 2008 dibuka dari November
2007 – Februari 2008, tergantung dari program yang ditawarkan. Bahasa
pengantar utama yang digunakan umumnya adalah bahasa Inggris, selama
anda menempuh pendidikan, nanti akan ada kursus bahasa negara lokal
dimana anda mesti mengambil program erasmus mundus tersebut untuk
memudahkan proses adaptasi.

Informasi detail tentang beasiswa erasmus mundus 2008 bisa dilihat di
http://ec.europa. eu/education/ programmes/ mundus/projects/ index_en. html

Jika ada pertanyaan yang lebih spesifik, anda bisa bergabung di milis
Erasmus Mundus Indonesia (indoem@yahoogroups. co.uk) atau web
http://indoem. info/

Jadi..? persiapkan diri anda sekarang juga untuk meraih beasiswa erasmus
mundus 2008! ssst.. sedikit bocoran, ‘nominal’ beasiswa erasmus mundus
ini ternyata salah satu yang paling ‘gede’ lho di dunia… 😀

Fahmi Mubarok
Joint European Master in Material Science (EMMS)
Technische Universität Hamburg-Harburg (TUHH) Germany –
Universitate of Aveiro (UA) Portugal

December 19, 2008 Posted by | Scholarship | | 38 Comments