Tio

Just wanna share my experience

Tembok Berlin Modern yang Terlupakan


Beberapa waktu lalu kami sekeluarga berkunjung ke Berlin untuk kesekian kalinya dan mampir ke tembok Berlin, seperti Brandenburg Tor dan Checkpoint Charlie. Melihat tembok Berlin saya selalu teringat akan tembok lainnya yang berada 3000 km dari Berlin.

Image

Tembok Berlin

Tembok dengan tinggi hampir 4 meter ini terbentang sepanjang 155 km membelah kota Berlin memisahkan  antara Jerman Barat dan Jerman Timur.  Tembok yang dibangun pada bulan 13 agustus tahun 1961 dan memiliki 302 tower ini menjadi simbol perang dingin  antara negara blok Timur (Uni Soviet) dan blok Barat (US dan sekutunya).  Tembok ini menjadi pemisah antara keluarga, saudara yang dahulunya dapat saling mengunjungi, dengan adanya tembok itu menjadi tidak mungkin untuk berkunjung atau bahkan berkomunikasi.

Seiring perubahan politik di Jerman Timur dan penduduknya yang mulai jengah akan kondisi di negaranya, mereka mulai melakukan pergerakan dan demostrasi dan beberapa kerusuhan sipil yang akhirnya pada tanggal 9 November 1989 tembok Berlin mulai dihancurkan.

Selama 28 tahun tembok ini berdiri, banyak orang yang mencoba kabur dari  Jerman Timur dengan melewatinya namun kebanyak tidak berhasil dan lebih dari 200 orang yang tewas tertembak.

Gambar berikut adalah beberapa runtuhan tembok Berlin yang dipajang di daerah Postdamerplatz

Image

Tembok Pemisah Palestina

Jika tembok Berlin saat ini sudah runtuh, 3000 km di bagian bumi lainnya ada beberapa tembok yang jauh lebih panjang dan tinggi dan masih dibangun yakni Israeli West Bank barrier dan  Israeli Gaza Strip barrier dua tembok pemisah di antara daerah negara penjajah zionis Israel dan Palestina.

Tembok dengan panjang 700 km dan sebagian memiliki tinggi hingga 8 m ini tidak hanya menghancurkan ribuan rumah rakyat Palestina namun juga memisahkan keluarga Palestina  di West Bank dan Gaza juga penduduk Palestina yang berada di dalam wilayah caplokan Israel.

Tembok ini dengan adalah sebuah tembok Berlin modern abad 21, sehingga tidak salah jika ada grafiiti yang menyatakan hal tersebut seperti terlihat di gambar berikut:

Image

sumber: Wikipedia

Beda kedua tembok ini adalah Tembok Berlin keruntuhannya di dukung oleh US sedangkan Tembok Israel pendiriannya didukung penuh oleh US dan sekutunya.

Semoga Tembok Berlin Modern yang jarang dicover oleh media ini akan cepat runtuh sehingga kedamaian kembali hadir di tanah suci berbagai agama tersebut. Serta menjadikan keluarga2 Palestine yang beragam agamanya tersebut tidak harus terhalang untuk saling bertermu keluarganya dan bisa hidup dalam alam kemerdakaan lagi seperti yang mereka dahulu dukung saat kemerdekaan negara kita tercinta ini.

http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/06/24/tembok-berlin-modern-yang-terlupakan-571518.html

Advertisements

July 15, 2013 Posted by | Jalan-jalan | Leave a comment

Solusi Untuk Menghindari Raibnya e-Ticket Commuter Line


Beberapa hari ini di media nasional (1,23) diberitakan bahwa KAI rugi Rp 800 Juta karena 200 ribu single trip tiket elektronik (E-ticketing)  kereta listrik (KRL) Commuter line hilang (tidak dikembalikan oleh penumpang). Hal ini salah satunya karena penumpang ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Jangan menyalahkan penumpang akan hal ini karena kalau sistemnya bagus hal ini tidak akan terjadi.

Ada beberapa solusi yang sebenarnya dapat dilakukan:

  1. Satukan kartu elektronik multi trip dan single trip menjadi satu kartu saja.  Kartu ini dibeli oleh penumpang (misal seharga Rp 4000) dapat diisi ulang. Dengan sistem ini kartu tersebut jadi hak milik penumpang namun jika sudah selesai, kartu dapat dikembalikan dan uang nya dikembalikan ke penumpang. Sistem ini sudah diberlakukan di Stockholm (SL-access card stockholm,  http://sl.se/en/Visitor/Tickets/Sl-Access/)). Kalau perlu dibuat seri kartu yg unik sehingga penumpang tertarik untuk membeli baik untuk penggunaan setiap hari atau pun untuk koleksi.

 Image

sumber foto: http://www.svd.se/nyheter/stockholm/biljettsparr-forstorde-sl-kort_5884693.svd

  1. Solusi kedua gunakan tiket yang berbahan murah khusus untuk tiket jarak dekat/single trip. Seperti sistem di kota-kota besar seperti Brussels dan Paris. Namun untuk solusi ini mesinnya berbeda dengan sistem elektronik yang telah ada sekarang yang hanya didekatkan ke mesin.

 Image

sumber foto: http://equivocality.com/2011/06/11/france-day-9-paris/

 Image

sumber foto: http://www.brussels-belgium-travel-guide.com/brusselsmetro.html

Masih banyak lagi mungkin solusi yang ada mengingat masing-masing kota besar di dunia memiliki sistem tiketing yang berbeda-beda. 

Semoga ada peningkatan pelayanan dari KAI dan juga disertai dengan pengertian masyarakat/penumpang untuk menjaga fasilitas umum.

 

http://jakarta.kompasiana.com/transportasi/2013/07/02/solusi-untuk-menghindari-raibnya-e-ticket-commuter-line-573508.html

July 1, 2013 Posted by | Indonesiaku | , | Leave a comment