Tio

Just wanna share my experience

Lomba Quick Count


Disebuah kelas mengenai peluang, seorang dosen mencoba memberi ilustrasi mengenai peluang dengan alat yang sederhana, kelereng. DImasukkannya 50 kelereng berwarna merah dan 50 kelereng biru kedalam sebuah kotak yang tertutup.

Guru: Didalam kotak ini ada kelereng dengan dua warna, merah dan biru. Coba siapa yang bisa menebak proporsi kelereng berwarna merah dan biru dengan cepat! Kalian boleh mengambil kelereng dari kotak tersebut, namun setiap kelereng yang kalian ambil, kalian harus membayar biaya tertentu.

Ada 3 mahasiswa yang maju dan melakukan percobaan:

Mahasiswa 1: Mengambil dengan acak 10 kelereng (dengan mata tertutup), menurut dia cukup untuk menjawab pertanyaan dosennya. Dan menghasilkan 6 kelereng merah dan 4 biru.

Mahasiswa 2: Karena sanggup membayar lebih, dia mengambil 20 kelereng, dimana 11 adalah merah dan sisanya biru.

Mahasiswa 3: mengambil dengan acak 12 Kelereng, menghasilkan 5 merah dan 7 biru.

 

Alhasil:

Mhs1: Merah 60% vs Biru 40%

Mhs2: Merah 55% vs Biru 45%

Mhs3: Merah 42% vs. Biru 58%

 

Dengan percaya dirinya mahasiswa  berkata:

 “Hitungan saya paling benar! “

 “Mahasiswa lain tidak kredibel!”

“Dan kalau bapak dosen menghitung langsung dari kotak tersebut dan hasilnya berbeda dengan saya, maka bapak hitungannya SALAH!!” pasti ada KECURANGAN!!!

 

Dosen :  ??&#!*$

 

 

 

 

 

 

July 12, 2014 Posted by | Indonesiaku | Leave a comment

Solusi Untuk Menghindari Raibnya e-Ticket Commuter Line


Beberapa hari ini di media nasional (1,23) diberitakan bahwa KAI rugi Rp 800 Juta karena 200 ribu single trip tiket elektronik (E-ticketing)  kereta listrik (KRL) Commuter line hilang (tidak dikembalikan oleh penumpang). Hal ini salah satunya karena penumpang ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Jangan menyalahkan penumpang akan hal ini karena kalau sistemnya bagus hal ini tidak akan terjadi.

Ada beberapa solusi yang sebenarnya dapat dilakukan:

  1. Satukan kartu elektronik multi trip dan single trip menjadi satu kartu saja.  Kartu ini dibeli oleh penumpang (misal seharga Rp 4000) dapat diisi ulang. Dengan sistem ini kartu tersebut jadi hak milik penumpang namun jika sudah selesai, kartu dapat dikembalikan dan uang nya dikembalikan ke penumpang. Sistem ini sudah diberlakukan di Stockholm (SL-access card stockholm,  http://sl.se/en/Visitor/Tickets/Sl-Access/)). Kalau perlu dibuat seri kartu yg unik sehingga penumpang tertarik untuk membeli baik untuk penggunaan setiap hari atau pun untuk koleksi.

 Image

sumber foto: http://www.svd.se/nyheter/stockholm/biljettsparr-forstorde-sl-kort_5884693.svd

  1. Solusi kedua gunakan tiket yang berbahan murah khusus untuk tiket jarak dekat/single trip. Seperti sistem di kota-kota besar seperti Brussels dan Paris. Namun untuk solusi ini mesinnya berbeda dengan sistem elektronik yang telah ada sekarang yang hanya didekatkan ke mesin.

 Image

sumber foto: http://equivocality.com/2011/06/11/france-day-9-paris/

 Image

sumber foto: http://www.brussels-belgium-travel-guide.com/brusselsmetro.html

Masih banyak lagi mungkin solusi yang ada mengingat masing-masing kota besar di dunia memiliki sistem tiketing yang berbeda-beda. 

Semoga ada peningkatan pelayanan dari KAI dan juga disertai dengan pengertian masyarakat/penumpang untuk menjaga fasilitas umum.

 

http://jakarta.kompasiana.com/transportasi/2013/07/02/solusi-untuk-menghindari-raibnya-e-ticket-commuter-line-573508.html

July 1, 2013 Posted by | Indonesiaku | , | Leave a comment