Tio

Just wanna share my experience

Kumpulan Tips dan Trik untuk Mendapatkan Beasiswa


Mendapatkan beasiswa  terutama untuk belajar ke luar negeri bukan hal yang mudah didapatkan. Tautan ini memberikan gambaran langkah-langkah apa saja yang seyogyanya dilakukan guna mendapatkan mimpi itu: Bagaimana Meraih Beasiswa untuk belajar di Luar Negeri?

Tautan ini Carilah Ilmu Sampai ke Negeri Tintin memberikan gambaran secara specifik mengenai perkuliahan di Belgia. Dari daftar universitas,  hingga side job.

Salah satu syarat yang sangat penting dan kadang menjadi kendala bagi pelajar dari Indonesia adalah motivation statement, dua tautan berikut memberikan illustrasi motivation statement yang diperlukan dalam proses screening beasiswa terutama untuk beasiswa program Master (S2): A Sample of MOTIVATION STATEMENT for Master Scholarship dan Another MOTIVATION FOR APPLYING FOR A SCHOLARSHIP Sample.

Tentunya setelah lulus Progam Master kita ingin meraih ke jenjang selanjutnya, berikut tipsnya: Tips untuk mengejar PhD, serta contoh surat lamarannya: Cover letter sample for a PhD position application.

Ragu karena sudah berkeluarga? Ingin membawa keluarga turut serta dalam masa perkuliahan di Luar Negeri? Baca tautan ini sebelum membuat keputusan: Tantangan membawa keluarga selama kuliah di Eropa.

Selamat berjuang kawan!

http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/15/tips-dan-trik-untuk-mendapatkan-beasiswa-568964.html

Advertisements

June 19, 2013 Posted by | Scholarship | | Leave a comment

Carilah Ilmu Sampai ke Negeri Tintin


REPUBLIKA.CO.ID,Semua orang pasti kenal dengan sosok wartawan berjambul, Tintin yang selalu ditemani anjing setianya, Snowy dan karibnya Kapten Haddock. Namun tidak semua orang tahu bahwa karakter tersebut berasal dari sebuah negara di tengah benua Eropa yang paling banyak menghasilkan komik per kapitanya.
Negara tersebut adalah Belgia dengan ibu kotanya Brussel yang juga merupakan ibu kota dari Uni Eropa. Belgia mungkin kurang dikenal sebagai tujuan belajar (dan juga tujuan wisata) bagi kita di Indonesia dibandingkan  dengan negara sekitarnya seperti Belanda, Jerman,  Prancis ataupun Inggris.
Namun ini  bukan berarti pendidikan di  Belgia, tertinggal dibandingkan negara-negara lainnya. Berdasarkan data terbaru yang di publikasikan oleh “U21 Ranking of National Higher Education Systems”, pendidikan tinggi Belgia bertengger di posisi 13 diatas Jerman, Prancis dan Jepang (http://www.universitas21.com/news/details/61/u21-rankings-of-national-higher-education-systems-2012)

Meski dari ranking tersebut, Belgia sedikit berada di bawah Belanda dan Inggris, namun ada hal lain yang membuat  kuliah di Belgia cukup menarik mahasiswa dari seluruh dunia: biaya pendidikan yang cukup murah.

More detail:

http://www.republika.co.id/berita/komunitas/perhimpunan-pelajar-indonesia/12/07/23/m7m6j0-carilah-ilmu-sampai-ke-negeri-tintin

July 24, 2012 Posted by | education, Scholarship, Study abroad | , , , , , | 2 Comments

Tantangan membawa keluarga selama kuliah di Eropa


Tulisan ini sebenarnya sudah saya rencanakan untuk saya buat berbulan-bulan lalu sebagai respon dari banyak pertanyaan di milis beasiswa mengenai proses dan kendala dalam membawa keluarga untuk menemani kita kuliah.

Membawa keluarga di negeri orang dimana semua serba baru dan mungkin tiada sanak saudara harus dipersiapkan dan perlu perencanaan. Saya sendiri termasuk yang pernah “kurang” perencanaan dan sangat “bernafsu” untuk membawa keluarga secepatnya. Sehingga ada beberapa perkiraan yang meleset.  Dari pengalaman tersebut, berikut hal hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan untuk mengukur visibilitas membawa keluarga untuk menemani kita selama studi di luanr negeri terutama eropa:

1.    Teliti seluk beluk beasiswa, kehidupan, serta biaya hidup.

Membawa keluarga tidak terlepas dari factor biaya yang tentu merupakan hal yang krusial. Jika kita memiliki support dari dalam negeri tidak merupakan masalah. Namun jika kita tergantung pada beasiswa, ada banyak hal yang harus diperhatikan.

Yang pertama yakni jumlah beasiswa. Apakah beasiswa meliputi biaya keluarga (tunjangan), ongkos pesawat dll. Untuk beasiswa master yang di eropa sepengetahuan saya jarang yang mendapatkan tunjangan keluarga. Untuk program PhD dgn funding dari kampus (project based), karena dihitung bekerja, di beberapa Negara istri ataupun anak dapat mendapatkan tunjangan yang cukup.

Yang kedua, teliti dan pelajari biaya hidup (contoh:klik) untuk keluarga dan bandingkan dengan jumlah beasiswa yang akan diterima. Kadang kita serta merta hanya men “convert” beasiswa dan langsung dibandingkan degan pengeluaran di Indonesia. Menurut saya ini hal yng sangat penting, jangan sampai salah perkiraan. Beberapa komponen yg harus ditanyakan:

a. Akomodasi, tergantung dgn lokasi/kota/Negara.

b. Makanan

c. Asuransi, di beberapa Negara asuransi cukup mahal dan dihitung per anggota keluarga/anak2 dihitung (spt di Belanda). Di Belgia, untuk mahasiswa asuransi cukup murah dan dihitung per keluarga (jika istri tdk bekerja).

d. Transportasi. Ini cukup mahal di beberapa Negara, meski di bbrp Negara spt jerman, swedia dan belgia ada tiket reduction bagi student.

2.    Part time job? Is it possible?

Untuk mendapatkan tambahan salah satunya dengan mencari part time job.  Carilah info apakah memungkinkan untuk melakukan hal ini. Yang saya maksud “memungkinkan” disini adalah memungkinkan (a) “in term of time” , karena kesibukan kuliah sering kita tidak punya waktu untuk part time job. (b) “Job availability”di beberapa tempat mendapatkan side job cukup sulit. Waktu “summer” mungkin waktu dimana banyak kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan, seperti terlihat disini. Selain side job diluar kampus, kita bisa juga mungkin mendapatkan tambahan dengan menjadi teaching assistant.

Cari informasi juga apakah untuk pasangan juga memungkin bisa mencari pekerjaan. Di Belgia, pasangan (spouse) dari student tidak dapat mendapatkan “working permit”. Kecuali spouse nya student juga. Namun kadang bisa juga bekerja secara “illegal”.

3.    Can we save? Or spend our saving…..?

Tentu selama studi yang kita inginkan adalah penyerapan ilmu.  Tapi kadang juga ada keinginan untuk bisa menyisakan sesuatu untuk pulang ke tanah air. Namun kadang dengan membawa keluarga, dengan segala biaya yang ada, hal tersebut mungkin tidak bisa didapatkan. Sering untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari beasiswa sering tidak cukup atau pas pas an. Pengalaman saya di tahun2 pertama saya menghabiskan tabungan di tanah air dan bahkan sempat berhutang di kampus disini (di Belgia) untuk hidup. Hal ini juga setahu saya beberapa rekan2 pernah merasakan dimana saving mereka di Indonesia dijadikan modal untuk studi disini meski sudah mendapatkan beasiswa. Terutama di Negara/kota dimana mendapatkan part time job tidak mudah, kita biasanya sangat bergantung kepada beasiswa saja. Ada banyak cara untuk mensiasati mahal nya hidup di LN dgn income/allowance yg terbatas seperti yang dibahas di buku: Kiat Sukses Menaklukkan Mahalnya Kehidupan dan Mengapa Bertahan Di Negeri Orang?

4.    Persiapan Dokument.

Menyiapkan document merupakan step berikutnya yang kadang cukup rumit dan cukup lama mengingat birokrasi di tanah air yang cukup merepotkan. Passport, Marriage certificate, Birth certificate, SKKB (kelakukan baik), Surat invitation (jika diperlukan). Dan semuanya kadang harus diterjemahkan oleh penterjemah tersumpah.

Jika semua document tsb telah siap, maka biasanya prosedur untuk pengajian visa akan mudah meski juga cukup lama, sekitar 3 minggu sampai 2 bulan.

5.    Apakah ada nilai tambahnya?

Membawa keluarga, meski memerlukan biaya, tentunya banyak keuntungannya. Berikut saya gambarkan beberapa keuntungan dari keuntungan2 lainnya yang sangat banyak. Yang pertama, adalah bertambahnya wawasan (budaya baru, dsb) serta network baik bagi kita sendiri maupun bagi pasangan kita. Kita sekeluarga bisa mengunjungi tempat2 eksotis di eropa, meski hal ini tidak mudah mengingat cost nya.

Selain itu untuk  bisa menemani pasangan kuliah di LN, merupakan kesempatan yang bagus untuk dapat juga melanjutkan studi/kuliah lagi. Terlebih lagi di beberapa negara eropa, biaya kuliah terjangkau. Jika kita memiliki anak dan dapat ikut kita “stay” beberapa lama di LN, anak2 kita bisa merasakan system pendidikan yang berbeda dengan tanpa biaya alias gratis. Sang anak bisa langsung merasakan  berinteraksi dengan rekan yang “asing” sehingga dikemudian hari mereka tidak akan canggung untuk berinteraksi dengan orang dari bangsa lain, dan masih banyak keuntungan lainnya.

6. Menjalankan tiga peranan besar: mahasiswa, sekaligus suami/istri dan bapak/ibu.

Berhasil “mendatangkan” keluarga, adalah sebuah “great achievement” yang merupakan permulaan dari tantangan berikutnya yang sangat berat. Yang tak jarang beberapa orang tidak bisa menghadapinya dengan baik. Hal ini salah satunya karena budaya dan situasi yang berbeda dengan di Indonesia.

Setiap calon mahasiswa yang berniat membawa keluarga selama studi harus bersiap untuk menjadi tiga peran besar yang harus diemban. Ketiga peran tersebut harus diatur/manage baik  dari segi waktu dan juga proporsinya.

Yang pertama tentu adalah menjadi mahasiswa, dimana tugas-tugas bertumpuk, pressure dari dosen, ataupun saat menjelang ujian pasti merupakan bagian dari hidup mahasiswa. Bagi mahasiswa yang “single” waktu belajar  mungkin bukan hal yang “privilege”.  Bagi yang membawa keluarga terutama dengan anak, kita harus pintar2 mencari waktu untuk belajar dan melakukan tugas2 kampus.

Peran kedua adalah sebagai  seorang suami/istri. Tentu yang diharapkan dari pasangan kita adalah meski kita sibuk dengan tugas kuliah, kita tidak melupakan peranan ini. Mengingat di eropa, semua kegiatan rumah tangga harus dilakukan (kadang dengan terpaksa J) semuanya sendiri. Tanpa ada bantuan dari nanny/pembantu. Memasak, membersihkan rumah, berbelanja, mencuci baju dsb  harus bisa kita lakukan dan kita bagi pekerjaan tsb dengan pasangan kita. Bagi yang terbiasa “santai” di Indonesia karena ada pembantu, hal ini merupakan sebuah lompatan yang cukup besar.

Yang ketiga, jika kita memiliki anak, adalah peranan sebagai seorang bapak. Tentu anak kita “terpaksa” harus mengerti kesibukan kita sebagai mahasiswa, namun bukan berarti kita harus meninggalkan waktu untuk becengkrama dengan mereka. Pembagian waktu bermain dengan mereka kadang mengharuskan kita menjadi “kelelawar”, bangun di waktu malam. Setelah waktu kerja/kuliah disiang hari setibanya di rumah kita bisa bermain dengan anak2, meski tugas menunggu. Kita baru bisa “bergerak” saat mereka sudah tidur hingga mereka bangun. Tugas2 mengantar anak kesekolah dan kegiatan extra kulikuler, belajar dan bermain dengan mereka adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan meski kadang stress akan kuliah menghinggapi pikiran kita.

Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diketahui bagi rekan2 mahasiswa yang sangat berniat membawa keluarganya. Sebuah tantangan yang sangat worthy untuk di taklukkan. Kadang kita ajak keluarga adalah untuk “ditinggalkan” oleh karena kesibukan kita, contoh klik disini.

Man Jadda Wajada, Man Shabara Zafira

Tio

May 11, 2012 Posted by | education, Scholarship | , , | 14 Comments

Tips untuk mengejar PhD


Menjadi doktor, mungkin itu sebuah angan bagi kebanyakan kita termasuk saya. Dahulu bisa lanjut ke jenjang Master saja, bagi saya sudah sebuah lompatan yang sangat jauh, apalagi jadi doktor tidak pernah terbersit dalam hati. Tapi berdasarkan pengalaman saya, semua orang bisa melanjutkan ke jenjang S3 (PhD/Doktor) jika memiliki keinginan yang kuat dan persiapan yang matang.

Untuk bisa melanjutkan study ke program doktor atau PhD, perlu beberapa “senjata” yang harus dipersiapkan. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dalam proses pelamaran PhD, terutama yang project based sepanjang pengetahuan saya dan hanya mungkin berlaku di negara2 sekitar Belgia. Mungkin beberapa negara memiliki prosedur yang berbeda.

Jenis PhD

  1. Full Time Research. Untuk program ini, riset PhD dilakukan di Universitas  selama 3-5 tahun (tergantung universitas dan juga supervisor)  kadang di kombinasikan dengan beberapa course jika diperlukan.
  2. Sandwich Program. PhD tipe ini dilakukan sebagian waktu di host university di eropa, dan sebagian lagi di salah satu universitas di negara siswa tersebut tinggal, (e.g., di Indonesia).
  3. Part time PhD. Program ini biasanya bagi yang bekerja di industri atau lembaga riset yang ingin melanjutkan study, namun tetap melakukan pekerjaanya. Biasanya materi dari PhD tersebut adalah materi dari pekerjaannya, sehingga dapat di kombinasi antara pekerjaan dengan study.

Jenis pembiayaan program PhD:

  1. Project based. Kebanyakan untuk program PhD di eropa adalah dengan menggunakan funding yang didapat dari project yang dilakukan/diajukan oleh sang supervisor/profesor karenanya untuk project ini kita tidak perlu mengajukan proposal riset. Funding didapat dari project yang akan kita lakukan. Biasanya project tersebut mendapatkan grant dari universitas, pemerintah negara tersebut, lembaga international (seperti WHO, EU), atau juga didapat  dari perusahaan multinational (seperti Novartis). Untuk program PhD seperti ini, biasanya tidak ada yang mengikat antara pemberi beasiswa dan mahasiswa setelah PhD selesai. Hanya biasanya untuk PhD yang dibiayai oleh perusahaan, selain mengerjakan main PhD projectnya, kita juga diharapkan menjadi konsultan/pekerja di perusahaan tersebut. Karena kita “bekerja” untuk project tersebut, maka kita akan menerima “salary” yg biasanya di tertera di setiap iklan dari lowongan tsb. Keuntungan dari hal ini adalah kita dapat langsung pengalaman di dunia industri yang dikombinasikan dengan dunia akademik.
  2. Scholarship. Pilihan kedua untuk mendapatkan PhD adalah melalui beasiswa yang diberikan oleh badan pemberi beasiswa seperti NFP, DAAD, VLIR (khusus untuk vlir master scholar, sandwich program), Dikti, Menkominfo, dll.  Funding untuk PhD seperti ini biasanya adalah program dari APBN atau merupakan program bantuan atau hibah (kecuali VLIR).
  3. Individual based. Ada juga program self funding PhD dimana sang mahasiswalah yang menanggung semua biaya selama study.

Cara mengetahui informasinya?

 Jawaban untuk hal ini: GOOGLING. Untuk project based PhD, banyak sekali informasi lowongannya,  informasi tersebut dapat dilihat melalui website dari universitas yang diinginkanseperti:

  1. http://www.kuleuven.be/personeel/jobsite/vacancies.html
  2. http://www.uhasselt.be/vacancies
  3. http://ki.se/ki/jsp/polopoly.jsp?d=469&a=88392&l=en

dan juga beberapa “search engine” website:

  1. http://www.academictransfer.com/?set_language=en
  2. http://www.academicjobseu.com/
  3. http://www.jobs.ac.uk/jobs/phd
  4. http://jobs.phds.org/
Kapan mulai melamar?

Untuk Project based, tidak ada bulan2 spesifik untuk pendaftaran. Deadline tergantung dari kapan mereka akan memulai project tersebut. Bahkan ada yang lowongan tetap terbuka hingga ada student yang layak untuk mengisi lowongan tersebut. Karenanya  mulailah mencari2 informasi sesegera mungkin. Meski kita sedang menyelesaikan program Master, jangan tunggu hingga kita lulus, karena biasanya untuk proses dari pengiriman lamaran hingga mulai PhD cukup lama. Ada banyak Master student yang telah direkrut menjadi PhD student sebelum mereka menyelesaikan master nya.

Untuk program PhD dari institusi pemberi beasiswa, biasanya ada waktu-waktu tertentu guna pelamaran beasiswa. Hal ini bisa di cek di website organisasi tersebut.

Untuk PhD dari beasiswa atau self funding, kita harus mengajukan riset proposal ke professor yang kita tuju. Setelah profesor tersebut mau menerima kita sebagai studentnya kita bisa mendapatkan letter of acceptance.

Apa saja yang diperlukan dalam melamar?

Dokumen-dokumen seperti CV, cover letter (lihat contoh di: link), transcript nilai,  recommendation letter  biasanya diperlukan dalam proses perlamaran. Dalam CV, gunakan CV standard dan selain data2 yang biasany harus dicantukan di dalam CV lebih baik dimasukan juga daftar publikasi, refeeree (pemberi referensi) dll.  Untuk surat rekomendasi, perlu diingat bahwa surat rekomendasi  (bisa didapatkan dari supervisor thesis kita selama master program) biasanya dikirim langsung oleh sang supervisor ke tempat yang akan kita lamar jika diminta. Sering juga calon supervisor kita/profesor di universitas yg kita lamar, langsung mengontak referee kita  (via email atau telephone). Rekomendasi adalah hal yang sangat berperan dalam proses penerimaan PhD.

Pengiriman lamaran/aplikasi biasanya melalui email atau menggunakan online system dari website universitas.

Setelah melamar terus????

Setelah kita mengirimkan lamaran,  proses selanjutnya adalah wawancara. Yang perlu diingat bahwa tidak semua lamaran kita akan mendapatkan response wawancara. Jika kita sudah dipanggil untuk wawancara, peluang kita untuk diterima sudah sangat besar. Wawancara bisa dengan face to face,  telephone, atau teleconference (misal dengan skype). Jangan mudah menyerah kalau kita sudah berkali2 mengirimkan lamaran tapi belum pernah mendapatkan panggilan. Ada banyak kejadian dimana setelah mengirimkan puluhan lamaran akhirnya dia dipanggil untuk wawancara. So keep trying….!!

Dalam wawancara, pertanyaan bervariasi dari mulai latar belakang pendidikan, program study yang sedang dilakukan (S2), alasan tertarik dengan project tersebut,  keahlian yang dimiliki berkesesuaian dengan project,  hingga ke teknis/skill yang diinginkan. Tak jarang selecting commitee memberikan beberapa paper untuk dibaca sebelum wawancara untuk dibahas selama wawancara. Juga ada yang harus mempresentasikan summary dari paper tersebut. Di proses ini kita harus bisa menyakinkan mereka kalau kita memiliki skill yang mereka perlukan, ataupun kita mungkin tidak sepenuhnya bisa, kita mau belajar sehingga mampu melakukan project tsb. Proses wawancara kadang lebih dari satu kali. Penentuan penerimaan kandidat diputuskan melalui rapat komite doktorat.

Kapan dimulai dan berapa lama?

Setelah rapat komite menentukan hasil seleksi dan kita mendapatkan tawaran PhD tersebut, kita akan diminta untuk memulai pada waktu yang telah diinformasikan sebelumnya di pengumuman lowongan. Namun tanggal mulai tidak lah terlalu “straight”. Jika kita menginginkan kita bisa mengajukan kapan kita ingin mulai, namun tidak terlalu jauh dari yang telah ditentukan.

Program PhD bervariasi di setiap negara dan  universitas. Untuk di UK, biasanya lama study adalah 3 tahun. Untuk Belanda, Belgia dan sekitarnya, biasanya antara 3 hingga 5 tahun.

Masa kontrak berbeda2, ada yang kontrak selama 2 tahun dan dapat diperbaharui untuk 2 tahun berikutnya (berdasarkan hasil evaluasi) atau juga ada yg kontaknya pertahun (evaluasi pertahun).

Ada beberapa universitas (misal di beberapa fakultas di KU Leuven) yang mensyaratkan bagi siswa untuk melalui tahap yang dinamakan pre-doctoral program, atau yang juga di kenal dengan preparatory program.

Program pre-doktoral  yang berkisar antara enam bulan sampai dengan satu tahun ini pada dasarnya adalah sebuah proses “seleksi” bagi calon mahasiswa S3 dan juga proses pengenalan Project bagi calon mahasiswa dan juga proses pengenalan supervisor akan calon mahasiswa tersebut. Apakah memang dia layak untuk meneruskan ke jenjang S3.

Selama program pre-doc ini, selain melakukan penelitian terkadang calon mahasiswa  tersebut diharuskan mengambil beberapa mata kuliah serta harus mengikuti ujian.  Nilai ujian ini menjadi salah satu hal yang akan dilihat dalam evaluasi predoc program. Selain itu diakhir masa predoc, calon mahasiswa diharapkan mampu mempresentasikan hasil penelitiannya dihadapan penguji pembimbing dan atau para promotornya. Jika ternyata dinyatakan lulus, maka langsung bisa masuk ke program PhD yang biasanya adalah 4 tahun.

Sukses !!!!!

This figure is a joke, so don’t worry…becoming a phd student can be  fun as well …. I will explain it in the next post 🙂

January 31, 2012 Posted by | Scholarship | , , , , , | 21 Comments

Cover letter sample for a PhD position application


Jalanstraat 22 , Haselar, Belgium

May 1, 2007

Personnel Department

Faculty of Applied Computation

University of Kalifornia,

KotaBaru, Belgium

Dear Selection Committee Members,

I am writing in response to the advertisement as regard vacancy for Doctoral Grant for the project of on sparse tensor approximation methods for high-dimensional transport
problems at Department of Mathematics, Faculty of Applied Computation. I respectfully submit this letter of application, for I believe my experiences are well qualified to meet the needs of the project.

I graduated from Master in Computation program at Tegal Alur University in Jakarta, Indonesia at 2006. I am currently a student at Master of Science in Complex Computation programme in the same university and fully expect to complete my degree by December 2007.

I work at Institute of Computation. Five years experience as a lecturer for Institute of Computation keens my experience in the application of computation in many fields. I also conducted project supervision for my student in those research areas. I achieved teaching experience also as a visiting lecturer in some universities in Jakarta. Besides my main responsibility, I also accomplished some research independently or in a team mainly in complex computation. These practices give me skill in the application of complex computation.

My studies in Computation and Complex Computation programme in Tegal Alur University not only provide me strong background and research experience in computation but also in its application in many fields. Several projects and course provide me broad view of computation problem in various fields. I also have gained valuable experience in solving real problem

I believe with these educational values that I possess, pursuing a PhD will add more to it and expose me more to areas where Computer science knowledge are relevant and in addition, put into practice what I have learnt so far. I have enclosed the application form, my CV, certificate and transcript. I look forward to hear from you soon. Thank you very much for your consideration.

Sincerely,

Brahmana

February 22, 2009 Posted by | Scholarship | | 23 Comments

Another MOTIVATION FOR APPLYING FOR A SCHOLARSHIP Sample


The next example of motivation statement (with some changes) was provided by the author for me to be distributed. Hopefully be helpful.

MOTIVATION FOR APPLYING FOR A SCHOLARSHIP

NAME: Brama Kumbara

COUNTRY: Madangkara

PROGRAMME: Master of Science in Advance Mathematics, Harvard University

REASONS FOR A (Name of programe) SCHOLARSHIP

First I would like to express my appreciation for this opportunity to apply for XXX scholarship. I am a graduate of Mojopahit University holding a degree in Mathematics Science, First Class Honours.

With the background knowledge I have in mathematics, I strongly feel that a master course in Advance Mathematics will be very relevant to my practice back here in my country Madangkara. I plan to work with research based groups in applied mathematics sector as well as in local universities with an aim to improve research and human resource capacity building through training.

Owing to limited resources, I have not been able to proceed with further studies here in Madangkara or elsewhere as I lack the necessary funds. I would be grateful to be provided with sponsorship to further my education and build a career and XXX scholarship will be immensely helpful. My future potential employer especially in the public sector such as local universities and research organisations will be a good channel where I can transfer the knowledge gained in an optimized manner to my country and future generations.

In addition I will get a chance through XXX scholarship to interact with students from diverse professional and cultural backgrounds drawn from all over the world. The exposure is important for interaction and integration of diverse ideas and perspectives pertaining to various global issues; for the world is a mosaic of different cultures and a single perspective cannot apply in all these cultures.

Finally I am determined to make the most out of the scholarship benefits. I will optimize my stay at Harvard University to garner a wealth of ideas that will apply when I return to my country and at the same time contribute to a better Harvard University and the Americans with my country Madangkara.

Once again I am grateful for considering my application and I look forward to a favorable reply.

February 14, 2009 Posted by | education, Scholarship | , , | 49 Comments

Master grants for candidates from developing countries at UGhent , Belgium


http://www.ugent. be/en/research/ devcooperation/ Mastercall2009. pdf

Master grants for candidates from developing countries
Deadline: 30 April 2009 (for 2009-2010)

This Ghent University programme provides master grants to candidates from developing countries who wish to obtain a master¢s degree at Ghent University. The grants are available for all master programmes at Ghent University.. They are awarded for the duration of the studies with a maximum of 2 years. In case of a two-year-programme the scholarship will only be paid for the full term if the student successfully completes the first year of the programme.
The scholarship consists of an allowance of 964 euro per month plus the yearly tuition fee.

January 8, 2009 Posted by | Scholarship | 4 Comments

Tips Erasmus Mundus Scholarship


Berikut beberapa penjelasan dari Fahmi temen saya ttg Erasmus Mundus scholarship,

Saya dapat info dr kedutaan belgia bahwa “jatah” indonesia utk VLIR berkurang, namun utk Erasmus Mundus, bertambah…

so silahkan daftar..

Bagi masyarakat yang tinggal di kota besar di Indonesia, mungkin nama
Erasmus Mundus scholarship bukanlah lagi sebuah nama asing. Selama
setahun kemarin, perwakilan European Union untuk Asia Tenggara,
khususnya Indonesia telah aktif menyebarkan informasi tentang beasiswa
Erasmus Mundus melalui koran maupun seminar-seminar sekolah di luar negeri.

Mungkin proses yang tidak ‘umum’ dan investasi awal yang ‘cukup’ besar
untuk melamar beasiswa ini lah yang menjadi kendala kenapa sampai saat
ini peminat dari Indonesia belum menunjukan peningkatan jumlah yang
signifikan. Padahal kalo dilihat dari Jumlah quota yang disediakan
khusus untuk mahasiswa dari Asia tenggara, khususnya indonesia, kita
masih sangat ketinggalan jauh dibanding India dan Cina yang mampu
mengirimkan hampir 100 orang pertahunnya.

Ada beberapa hal yang saya amati menjadi kendala bagi mahasiswa
Indonesia khususnya :
1. Beasiswa Erasmus Mundus bukan merupakan beasiswa terpusat, artinya
proses aplikasi tidak diurus oleh lembaga khusus seperti ADS atau STUNED
yang memiliki perwakilan di Jakarta.

2. Proses aplikasi harus langsung ke Konsorsium Universitas di Eropa
dimana beasiswa Erasmus Mundus ditawarkan.

3. Syarat dari proses apliaksi ke Universitas yang kadang cukup rumit
dan memakan energi.

4. Investasi di awal berupa pengiriman dokumen yang cukup mahal (dengan
DHL ato DHL)

Namun, kalo kita lihat keuntunganan dan kita coba kalkulasi kesempatan
dari beasiswa ini, maka saya yakin anda akan sangat terkejut dan merasa
bahwa kendala di atas tidaklah berarti.

1. TIDAK ada proses wawancara, artinya screening seluruhnya dilakukan
lewat dokumen yang anda kirimkan ke konsorsium Universitas dimana
Program Master Erasmus Mundus ini ditawarkan.

2. TIDAK diperlukan aplikasi double ke pemberi beasiswa (dalam hal ini
European Union) karena saat anda mengisi formulir aplikasi untuk
pendaftaran ke Universitas, anda tinggal mencontreng pilihan, ‘apakah
anda juga akan apply beasiswa erasmus mundus untuk program ini?’

3. Jika anda diterima di Universitas tersebut, maka KESEMPATAN anda
untuk mendapatkan beasiswa erasmus mundus untuk program tersebut,
sangatlah BESAR! Tinggal bersabar menunggu informasi dari koordinator
program Erasmus Mundus tempat anda mendaftar, karena universitas yang
akan mengajukan nama anda ke European Union untuk mendapatkan beasiswa,
jika European Union setuju, maka anda sudah dipastikan anda mendapat
beasiswa tersebut.

4. Ada quota untuk orang Indonesia sebagai bentuk pemerataan beasiswa
Erasmus Mundus, sepengatahuan penulis, untuk 1 program Erasmus Mundus,
minimal 1 orang Indonesia bisa diterima, untuk kasus tertentu ketika
kualifikasi si pelamar memuaskan, maka dari Indonesia sendiri bisa
langsung 2 orang atau lebih diterima untuk program yang sama.

5. Kesempatan untuk beajar di lebih dari 1 universitas dan lebih dari 1
negara eropa selama masa perkuliahan. Penerima beasiswa erasmus mundus
diwajibkan untuk mengambil beberapa mata kuliah tertentu atau tinggal
minimal 1 semester di universitas lain yang masuk dalam konsorsium
program erasmus mundus tersebut. Umumnya universitas ini berlokasi di
negara lain di Eropa. Artinya anda berkesempatan jalan-jalan sekaligus
menikmati kehidupan di berbagai negara eropa yang berbeda-beda
tergantung dari lokasi partner university.

Karena proses aplikasi lebih kearah paper based maka anda harus
mempersiapkan sebaik mungkin beberapa hal sebagai berikut :

– Form aplikasi diisi dengan selengkap-lengkapny a dan sebaik-baiknya
– Buatlah Motivation Letter atau Statement of Purpose
– Gunakan CV standard europa (bisa diperoleh di
http://europass. cedefop.europa. eu/europass/ preview.action? locale_id= 1)
– Lampirkan seluruh dokumen pendukung dengan lengkap.

Anda tidak harus memiliki International TOEFL atau IELTS pada saat
mendaftar, bisa disiasati pengiriman International TOEFL atau IELTS
dilakukan setelah anda diterima di Universitas dengan kondisi khusus
(conditional acceptance). INGAT : Anda diterima di universitas, maka
kesempatan anda dapat beasiswa Erasmus Mundus sangatlah besar.

Beberapa temen-teman mensiasti dengan mengambil test Intl. TOEFL atau
IELTS setelah ada kepastian dari koordinator kalo mereka dapat beasiswa
Erasmus Mundus. Namun sebisa mungkin lengkapi dokumen ini pada saat awal
anda mengirimkan aplikasi.

Proses aplikasi untuk Beasiswa Erasmus Mundus 2008 dibuka dari November
2007 – Februari 2008, tergantung dari program yang ditawarkan. Bahasa
pengantar utama yang digunakan umumnya adalah bahasa Inggris, selama
anda menempuh pendidikan, nanti akan ada kursus bahasa negara lokal
dimana anda mesti mengambil program erasmus mundus tersebut untuk
memudahkan proses adaptasi.

Informasi detail tentang beasiswa erasmus mundus 2008 bisa dilihat di
http://ec.europa. eu/education/ programmes/ mundus/projects/ index_en. html

Jika ada pertanyaan yang lebih spesifik, anda bisa bergabung di milis
Erasmus Mundus Indonesia (indoem@yahoogroups. co.uk) atau web
http://indoem. info/

Jadi..? persiapkan diri anda sekarang juga untuk meraih beasiswa erasmus
mundus 2008! ssst.. sedikit bocoran, ‘nominal’ beasiswa erasmus mundus
ini ternyata salah satu yang paling ‘gede’ lho di dunia… 😀

Fahmi Mubarok
Joint European Master in Material Science (EMMS)
Technische Universität Hamburg-Harburg (TUHH) Germany –
Universitate of Aveiro (UA) Portugal

December 19, 2008 Posted by | Scholarship | | 38 Comments

Soal2 Toefl


Buat temen2 yang memerlukan soal2 toefl, berikut link untuk donload soal2 toefl bbrp tahun yang lalu.

saya sudah upload di easyshare:  http://w14.easy-share.com/1700253424.html

di site utk sharing kita tidak bisa langsung mendownolad file yg diiinginkan kecuali kita manjadi member dan membayar …
nah utk yg free download, kita harus menunggu bbrp saat. ini diberitahukan di informasi dibawah gambar sexy (iklan)

Seconds to wait:16

FREE DOWNLOAD MODE

To get rid of download timers and other limits you can buy a premium account.

setelah waktu tunggunya selesai/habis anda akan diberikan  bbrp digit code dan ketik kode tersebut di box yg diberikan

Please enter code:

kemudian klik button: download this file

Jadi deh downloadnya….

saya juga coba upload di rapidshare ( tapi bbrp temen di indonesia comment katanya rapidshare g bisa dibuka di indo?)…ini juga berbeda cara downloadnya..
setelah anda paste link dibawah ini, akan ada 2 pilihan member or free download,  klik button free download dan kemudian anda akan diberi waktu tunggu dan setelah waktu tunggunya selesai/habis anda akan diberikan  bbrp digit code dan ketik kode tersebut di box yg diberikan

http://rapidshare.com/files/111207113/toefl.zip.html

Semoga bisa membantu….

May 18, 2008 Posted by | Scholarship | | 16 Comments

A Sample of MOTIVATION STATEMENT for Master Scholarship


Berikut contoh motivation statement yang pernah saya buat.

Semoga bermanfaat.

 

MOTIVATION STATEMENT

Since I was in Senior High School, I have believed that mathematics is an important factor in a life. All human activities in several fields such as information technology, economics, physics, social and others will run well if they are cited in a good mathematics framework. This circumstance stimulated me to attend faculty of mathematics and natural science. I choose statistics as my specialization even though at this time, there weren’t many people know about statistics and few students choose statistics as their specialization. I saw in several developed countries such as The Netherlands and Belgium, the mathematics degree-holders not only have many opportunities but also were cited as important scholar in their societies.

As a student at XXXX Department faculty of XXX of XXX University, I had numerous opportunities to do many activities. From XXX to XXX I had chances to become a lecturer assistant in mathematics and statistics laboratory. My resposibilities are taught and supervised students in the following subjects; Basic Programming, Computational Statistics, Statistical Methods and XXX.

Besides studying, I was active in the student senate and became the head of research and development division. In XXX I, in a team, became the third winner of Indonesian student research competition. Overall I am pleased with my academic record and I believe that it has prepared me very well for graduate school.

Presently, I work as a XXX for XXX. My responsibilities are teaching, conducting research individually or in a team and etc (mention your responsibilities)…… Working as a statistics lecturer needs deep knowledge of fundamental mathematics and experiences in advanced research of applied statistics. Even though my undergraduate programme has given me a strong background in the fundamentals of various mathematics especially statistics, this is not enough for me to be a professional lecturer. I have to continue my study to enrich my skills and broaden my knowledge.

Currently, our institution which one of the functions is to XXXX to the government of Indonesia, has formulated its Long Term Plan known as the XXX PLAN, which directed toward the establishment of the Integrated National XXX System. This plan is including the development of statistics in various fields such as economy, demography, agriculture, and health. It leads the need of statistician who expert in those fields. Today, there is no Master of Science in XXX in our institution. These circumstances persuade me to apply Master of Science in XXX under XXX Scholarship programme.

Master of Science in XXX is needed in Indonesia because of the following reasons:

  1. It will improve education in XXX and Indonesia in general, and strenghten the establishment of the Integrated National System
  2. I will fill the masters of XXX scarcity and strengthen the sustainable development of Indonesia.

Considering all factors above. I believe that the chosen study will benefit Indonesia in general

I consider myself to be a good candidate for XXX Scholarship because I am young, energetic, hardworking, visionary, and motivated person who believes that I can do something for the benefit of my country to whom I have been working. I did my best with all maximum efforts I could give for my institution. But this is not enough. Frankly, I am not satisfied yet with what I did. I believe that I can do much better if I am trained and developed through a master of science in Belgium.

 

Here are some useful links about samples of  Statement of purpose, Motivation statement:

http://www.studential.com/personalstatements/default.asp
http://www.statementofpurpose.com/whatis.html

http://emundus.wordpress.com/2009/11/18/motivation-letter-statement-of-purpose/

 

If you need a motivation statement for other field or scholarship program, you can customize from this motivation letter. I dont have any sample for other fields…

May 13, 2008 Posted by | Scholarship | , | 209 Comments