Tio

Just wanna share my experience

Ukuran Pemusatan (Measure of Central Tendency)


Ukuran pemusatan atau ukuran lokasi adalah beberapa ukuran yang menyatakan dimana distribusi data tersebut terpusat. (Howell, 1982)

I. Rata-rata (Mean)

Rata-rata merupakan ukuran pemusatan yang sering dan sangat familiar digunakan. Keuntungan rata-rata adalah dia dapat digunakan sebagai wakil atau gambaran dari data tersebut. Rata-rata peka akan adanya data ektrim atau pencilan.

Terdapat beberapa jenis rata-rata:

1. Rata-rata Hitung (Mean)

2. Rata-rata Tertimbang (Weighted Mean)

3. Rata-rata Ukur (Geometric Mean)

Rata-rata ukur kadang-kadang digunakan sebagai ukuran pemusatan data-data yang condong ke kanan, karena rata-rata ukur tidak terpengaruh kecondongan nilai ekstrem.

4. Rata-rata Harmonis

II. Median

Merupakan suatu ukuran pemusatan yang menempati posisi tengah setelah data diurutkan. Biasanya digunakan pada statistika non parametrik, dan digunakan untuk data yang bersifat skor. Median tidak terpengaruh oleh adanya data ekstrim (extrim point) atau pencilan (outliers) sehingga digunakan pada statistika kekar (robust statistics).

III. Modus

Adalah nilai yang paling sering muncul dari serangkaian data. Modus tidak dapat digunakan sebagai gambaran mengenai data. (Howell, 1982)

IV. Fraktil

Adalah nilai-nilai data yang membagi seperangkat data yang telah diurutkan menjadi beberapa bagian yang sama.

1. Kuartil. Adalah fraktil yang membagi data menjadi empat bagian yang sama.

Nilai-nilai kuartil diberi simbol Q1, Q2 (sama dengan Median) dan Q3.

2. Desil adalah Fraktil yang membagi data menjadi sepuluh bagian yang sama, simbolnya adalah D1, D2, .., D9.

3. Persentil adalah Fraktil yang membagi data menjadi seratus bagian yang sama, simbolnya adalah P1, P2, …, P99. (Mulyono, 1992)

May 23, 2008 Posted by | Statistika bagi pemula | | 7 Comments

Peubah (Variable)


Peubah (Variable)

Variable adalah karakteristik subjek penelitian yang berubah dari satu subjek ke subjek lain. Misalkan tinggi badan, jenis kelamin, pendapatan perkapita, dll. (Sudigdo, 1995)

Sedangkan menurut Solimun,Variable adalah karakteristik atau sifat dari objek kajian yang diamati atau diukur atau dicacah.

Variable menurut fungsinya dibagi menjadi:

1. Variable Bebas (Independent Variable)

Adalah variabel yang bila ia berubah akan mengakibatkan perubahan variabel lain.

2. Variable Tergantung (Dependent Variable)

Adalah variabel yang ditentukan atau tergantung pada variabel lainnya.

3. Variable Penyerta (Concomitant Variable)

Adalah suatu variabel dalam penelitian yang tidak merupakan pusat perhatian akan tetapi muncul dan berpengaruh terhadap keragaman variabel tergantung dan tidak terpengaruh atau membaur (Confounding) terhadap variabel bebas. (Solimun, 1997).

Variable Perancu (Confounding Variable) Adalah jenis variabel yang berhubungan (asosiasi) dengan variabel bebas dan berhubungan dengan variabel tergantung tetapi bukan merupakan variabel antara. (Sudigdo, 1995)

4. Variable Penggangu (Intervening Variable)

Adalah suatu variabel dalam penelitian yag tidak menjadi pusat perhatian akan tetapi muncul dalam penelitian dan berpengaruh terhadap keragaman variabel tergantung dan atau berpengaruh terhadap variabel bebas.

5. Variable Kendali (Control Variable)

Merupakan variabel yang bukan merupakan pusat perhatian dalam suatu penelitian, akan tetapi berpengaruh terhadap keragaman variabel tergantung dan pengaruh tersebut dapat dikendalikan misalnya dengan cara pengelompokan. (Solimun, 1997)

May 18, 2008 Posted by | Statistika bagi pemula | | 11 Comments

Data (Part 3, ..habis)


Jenis Data berdasarkan sumbernya:

  1. Data Internal, data yang menggambarkan keadaan/kegiatan di dalam suatu organisasi. Contoh dalam suatu perusahaan; data produksi, penjualan. Dalam suatu negara; data penduduk, data pendapatan nasional, dll.
  2. Data eksternal, , data yang menggambarkan keadaan/kegiatan diluar suatu organisasi. Contoh untuk perusahaan; data daya beli masyarakat, konsumsi. Unutk negara; data harga-harga di pasar ekspor impor internasional.

Jenis Data berdasarkan cara memperolehnya:

  1. Data Primer, data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perorangan langsung dari objeknya. Data diambil langsung baik dengan pencatatan di lapangan atau wawancara dengan responden.
  2. Data Sekunder, data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain, biasanya sudah dalam bentuk publikasi. Contoh: Publikasi yang diterbitkan BPS.

Jenis Data berdasarkan waktu memperolehnya:

  1. Data Cross Section, data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a point of time) yang bisa menggambarkan keadaan/kegiatan pada waktu tertentu.
  2. Data Berkala (time series data), data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran tentang perkembangan suatu kegiatan dari waktu ke waktu.

May 15, 2008 Posted by | Statistika bagi pemula | | Leave a comment

Data (part 2)


Data secara garis besar dibagi menjadi dua berdasarkan sifatnya:

Ø Data Kuantiatif (Data Numerik)

adalah serangkaian observasi atau pengukuran yang dapat dinyatakan dalam angka-angka. Didalamnya terbagi menjadi Data interval dan Rasio

Ø Data Kualitatif (Data Kategorik)

merupakan adalah serangkaian observasi atau pengukuran yang tidak dapat dinyatakan dalam angka-angka. Contoh: . data nominal dan data ordinal merupakan bagian dari jenis data ini. (Dajan, 1995)

Jenis Data berdasarkan skala ukurnya:

1. Data Nominal adalah data yang hanya mengandung unsur penamaan.

Contoh: jenis kelamin laki-laki/wanita.

2. Data Ordinal, merupakan data yang selain mengandung unsur penamaan juga memiliki unsur urutan (order = urut). Contoh: rasa = sangat enak, enak, kurang enak, tidak enak.

3. Data Interval adalah data yang selain mengandung unsur penamaan dan urutan juga memilik sifat interval nya bermakna. Contoh ukuran suhu

4. Data Rasio adalah data yang memiliki unsur penamaan, urutan, intervalnya bermakna dan angka nol mutlak, sehingga rasionya mempunyai makna. Misalkan tinggi badan, berat badan, dll.

Jenis Data berdasarkan sifat kekontinyuannya

1. Data Diskrit (Discrete) adalah data yang hanya dapat menempati titik-titik tertentu pada sebuah garis misal jumlah anak: 5.

2. Data Kontinyu (Countinous) merupakan data yang dapat menempati semua titik-titik pada sebuah garis. Contoh tinggi badan; 175.54 cm (Solimun, 1997)

Menurut Howell data yang diasumsikan paling tidak dalam teori, dapat menempatai seluruh tempat pada selang skala tersebut merupakan data kontinyu.

May 14, 2008 Posted by | Statistika bagi pemula | | 6 Comments

Data (part 1)


Data

Data merupakan bentuk jamak dari datum yang dalam bahasa latin berarti sajian, kurnia, pemberian. Data menurut Andi Hakim (1983) adalah informasi yang diperoleh dari hasil pengukuran yang diungkapkan dalam bilangan. Pengukuran dalam penelitian adalah observasi fenomena dengan maksud agar dapat dilakukan analisis menurut aturan tertentu. (Sudigdo, 1995).

Data menurut Undang-Undang Statistik adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. Sedangkan menurut Solimun (1997) Data adalah kumpulan angka, fakta, fenomena atau keadaan yang merupakan hasil pengamatan, pengukuran atau pencacahan terhadap karakteristik atau sifat dari objek yang dapat berfungsi untuk membedakan objek yang satu dengan yang lainnya pada sifat yang sama.

Syarat-syarat Data yang baik dan dapat berguna:

Objektif, data harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya

Representatif, data harus dapat mewakili dari objek yang diteliti

Kesalahan Baku (Standar Error) harus kecil, kesalahan pendugaan dari data sampel harus seminimal mungkin.

Tepat waktu (up to date), data harus dapat digunakan tepat pada waktunya.

Relevan, data yang dikumpulkan harus sesuai dengan masalah yang akan di selesaikan.

May 14, 2008 Posted by | Statistika bagi pemula | | 3 Comments

Ilmu Statistika


Statistika (Statistics) : Ilmu yang antara lain mempelajari cara-cara menetukan suatu penduga bagi suatu parameter, serta kemudian bertugas mengambil kesimpulan mengenai nilai parameter tersebut berasarkan nilai penduga yang didapat. (Andi Hakim, Rambe, 1993)

Statistika : Metode, ilmu dan atau seni yang berkaitan dengan tata cara pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil analisis untuk disimpulkan serta pelaksanaan perkiraan pada batas-batas yang masih dibenarkan. (Solimun, 1997)

Menurut Torrie (1993) Statistika adalah ilmu pengetahuan murni dan terapan, mengenai penciptaan, pengembangan dan penerapan teknik-teknik sedemikian rupa sehingga ketidakpastian inferesia induktif dapat dievaluasi (diperhitungkan)

Statistika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari metode yang paling efisien tentang cara‑cara pengumpulan, pengola­han, penyajian serta analisis data, penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan yang cukup beralasan berdasarkan data dan analisa yang dilakukan.

Sedangkan Statistik (Statistic) adalah nilai yang didapat dari sampel yang diambil yang digunakan untuk menduga nilai dari populasi (Parameter) dimana sampel tersebut diambil. Menurut Undang-Undang Statistik Republik Indonesia (1997) statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antarunsur dalam penyelenggaraan statistik.

Statistika Deskriptif

Adalah statistika yang berkenaan dengan penataan, peringkasan dan penggambaran data tanpa dilanjutkan dengan pengujian dan penafsiran (inferens).

Statistika Inferensia

Adalah statistika yang berkenaan dengan pengujian dan penarikan kesimpulan berdasarkan penafsiran (inferens).

May 13, 2008 Posted by | Statistika bagi pemula | | 13 Comments